Saturday, January 28, 2006

Banjir


*menarik napas penjang dulu*
banjir.
salah satu iklan rokok bingung, "banjir kok jadi tradisi?".
buat kita yang ngga kena banjir, dan cuma lihat dari berita di tv, kata "banjir lagi" mungkin udah ga ngaruh.
dan buat yang biasa kebanjiran beneran, mungkin udah bebel. biarpun repotnya minta ampunnn. terutama bagian membersihkan rumah seusai "tamu rutin yang tak diharapkan" pulang :P
dan buat yang bakal pertama kali kebajiran, liat ini deh.

jadi salah siapa dong?
husss... ga perlu main salah menyalahkan deh.
kita semua boleh dibilang salah, dan boleh dibilang juga kita semua juga yang kena getahnya.

postingan di blog ini juga gunanya bukan buat salah menyalahkan.
tapi apa yang bisa kita lakuin. langkah realistis yang bisa direalisasikan dengan sederhana, atau sedikit dengan usaha.
  1. bersihin selokan kita.
  2. buang sampah yang bener. jangan sembarangan. apalagi ke kali! :(
  3. kalo kamu giat bermasyarakat di lingkungan dan kebetulan di daerah deket rumah kamu ada yang kali, ga ada salahnya buat mencoba memotori kegiatan membersihkan kali.
    (seriously, ini bukan muluk-muluk alias masih bisa diamalkan. buktinya, kegiatan ini ada di buku PPKN anak SD. heuheu. emang kedengaran melelahkan, tapi daripada saya suruh menanam pohon buat daerah resapan? mas, mbak, kalo ga mo usaha, mana bisa pelestarian lingkungan bisa berjalan? hehehe.)
  4. apalagi coba yang realistis?
    menghentikan penebangan liar? mana bisa kita blogger ngawasin penebangan liar. itu mah polisi utan kale? :D
    ato apa? menertibkan rumah2 di bantaran kali? emang kita kamtibmas?
oiya. kita juga bisa kasih bantuan buat para korban banjir. well, at least, doa. heuheu. think realistic, ok? ;)
jangan lupa jaga kesehatan ya, penduduk bumi? :)