Wednesday, January 18, 2006

Harry Potter dan hutan

Apa hubungannya?

Orang bulai (barat) biasa bilang buku itu adalah dead trees alias "pohon mati". Ya, terang aja, kertas kan dibuat dari pepohonan terus dijadiin "bubur", terus dibuat putih dengan pemutih alias bleach (yang beracun alias toxic itu ---bukan album system of a down!). Untuk bikin kertas, kita perlu nebang pohon. Dengan mendaur ulang kertas yang sudah terpakai, kita menyelamatkan berbatang-batang pohon!

Nah, ternyata... buku-buku Harry Potter terbaru yang dijual di Kanada itu oleh penerbitnya dicetak di atas kertas daur ulang alias recycle! Tentulah kertas itu tidak semulus dan seputih kertas A4 yang biasa kita beli itu. Emang ngaruh? Ya nggak, isinya kan tetep HarPot. Secara di Hedonesia sini, semua yang mulus dan putih itu langsung dilirik mata, nggak peduli dengan kualitas di dalemnya.

Itulah bedanya kita sama orang bulai, mereka nggak terpengaruh sama warna kertas yang sedikit buram. Mereka lebih menilai isinya dan merasa bertanggungjawab sama kelestarian hutan. Makanya, kertas daur ulang sepertinya nggak terlalu laku di sini. Kita masih sibuk ngurus penampilah sih.

Buat yang sayang bumi, karena belum banyak penerbit yang punya nyali nerbitin buku dengan kertas daur ulang di Hedonesia tercinta ini, paling nggak kita mulai dari diri sendiri deh...

Caranya:
  1. Pakai kertas pakai ulang alias reuse. Kertas bekas cetakan (printing) yang jelek jangan langsung dibuang. Secara masih bisa dipakai belakangnya gitu lo! Tips: coba kunjungi tempat fotokopi atau tata usaha sekolah/kampus atau kantor dan minta kertas-kertas yang masih bisa dipakai ulang.
  2. Pakai kertas buram yang warnanya (coba tebak) buram itu lo. Kertas ini memang nggak putih karena nggak diputihin pakai hidroklorida. Artinya, kita ngurangin pencemaran yang biasanya diakibatkan oleh proses pemutihan kertas. Tips: kertas buram harganya jauuuuh lebih murah dari kertas putih. Supaya dosen/guru/bos nggak keberatan, terangkan alasan kamu mau pakai kertas buram sebelum tugasnya dikumpulkan. Kalau mereka nggak mau tahu, ya sudahlah... Paling nggak kamu bisa pakai kertas buram itu buat nyetak draf atau keperluan pribadi.

3 Comments:

Anonymous Tania said...

Tambahan: seandainya terpaksa ngeprint pake kertas baru, printnya double-sided alias bolak-balik aja supaya kertas yg dipake lebih sedikit :)

Friday, July 14, 2006  
Anonymous Anonymous said...

Enjoyed a lot! » » »

Tuesday, March 06, 2007  
Anonymous Anonymous said...

You have an outstanding good and well structured site. I enjoyed browsing through it video editing schools

Sunday, March 18, 2007  

Post a Comment

<< Home