Gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter itu berpusat di 1,8 Lintang Utara- 116,41 Bujur Timur atau 212 Km barat daya Tarakan. “Tapi, karena kedalamannya 44 km dari permukaan laut, getarannya tidak begitu terasa di daratan sehingga ini juga masih jauh dari kemungkinan tsunami,” ujar Kepala Bidang Gempa Bumi dari Badan Meterologi dan Geofisika, Suharjono [TribunKt]

Gempa (lagi). Kali kedua dalam setahun terakhir wilayah Kaltim diguncang gempa. Dua pusat gempa yang berberda. Di tahun kemarin di laut, sat ini di darat. Walau tak ada korban jiwa, harusnya menjadi penting bagi pelayan publik untuk mulai membangun sistem peringatan dini (early warning system). Selain juga untuk mulai memikir ulang untuk sebuah investasi ekstraktif, terutama pertambangan.

Pertambangan, terkadang melupakan fungsi gunung sebagai “pasak bumi”. Belum termasuk ketika rongga-rongga kerak bumi yang mengandungi minyak dan gas alam dihisap keluar, akan terjadi ketidakstabilan permukaan bumi, bukan karena menjadi rongga kosong, namun karena terjadi perbedaan tekanan yang dihasilkan. Sementara pertambangan batubara dan emas hanya akan menjadikan gunung sebagai lembah, dan lembah semakin dalam. Dalam suatu sistem perputaran bumi, maka kemudian yang terjadi adalah perubahan hambatan yang ada, sehingga bisa jadi menghasilkan percepatan yang baru, atau pula terjadi pergeseran arah gerak. Hasilnya? Gempa, yang bisa jadi berbuah tsunami.

tak penting gempa !